Gejala cistitis bervariasi, tetapi beberapa di antaranya dapat memicu inkontinens urin. Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil adalah gejala yang paling umum. Selain itu, penderita cistitis sering merasakan dorongan untuk buang air kecil lebih sering, bahkan ketika kandung kemih tidak penuh.
Kondisi ini bisa menyebabkan kebocoran urine mendadak karena kandung kemih bereaksi terlalu sensitif terhadap rangsangan. Urine yang keruh, berbau, atau terdapat bercak darah juga merupakan tanda bahwa peradangan mungkin memengaruhi kontrol kandung kemih.
Dengan memahami gejala cistitis yang dapat menyebabkan inkontinens urin, individu dapat lebih cepat mengambil tindakan. Penanganan tepat waktu dan perubahan gaya hidup dapat mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut.
